Seminar ISTN

Pagi itu aku terbangun tepat pukul 05.30. Alarm di ponsel berbunyi cukup nyaring, membuatku segera bangkit dari tempat tidur. Udara pagi masih terasa sejuk, membuat suasana begitu tenang dan nyaman. Setelah membuka mata dengan penuh syukur, aku segera mengambil wudhu untuk menunaikan sholat Subuh. Sholat di awal waktu selalu memberiku energi dan semangat untuk memulai hari.

Usai sholat, aku bergegas mandi agar tubuh terasa segar. Air dingin di pagi hari membuatku semakin bersemangat. Setelah itu, aku mengenakan pakaian rapi untuk bersiap menuju kampus ISTN, tempatku menjalani PKL. Aku memeriksa kembali barang-barang yang perlu dibawa, seperti buku catatan, alat tulis, dan perlengkapan lainnya, agar tidak ada yang tertinggal.

Sekitar pukul 07.00 aku sudah benar-benar siap berangkat. Perjalanan menuju ISTN terasa menyenangkan, apalagi ditemani udara pagi yang cerah. Setibanya di kampus, aku langsung bergabung dengan teman-teman yang sudah hadir lebih dulu. Kami saling menyapa dengan hangat, lalu bersiap melakukan kegiatan rutin, yaitu piket pagi.

Piket menjadi aktivitas yang cukup penting sebelum memulai pekerjaan PKL. Bersama teman-teman, aku membantu membersihkan ruangan, menyapu lantai, dan merapikan meja kerja. Suasana terasa kompak dan penuh kebersamaan. Meski sederhana, kegiatan ini membuat ruangan kerja terasa lebih nyaman dan memberi semangat baru untuk menjalani aktivitas PKL sepanjang hari.

Setelah selesai piket, kami kembali ke meja masing-masing untuk memulai aktivitas PKL. Pagi itu aku mendapat tugas untuk membuat desain menggunakan Canva. Tugasnya adalah membuat poster sederhana yang berisi informasi tentang program studi yang ada di kampus ISTN.

Aku membuka laptop dan langsung masuk ke Canva. Dari berbagai template yang tersedia, aku memilih desain yang simpel namun tetap terlihat menarik. Latar belakangnya kubuat dengan nuansa biru agar memberi kesan tenang dan profesional.

Di bagian atas, aku menuliskan judul besar “Program Studi ISTN” dengan huruf tebal agar mudah dibaca. Lalu aku menambahkan daftar program studi seperti Matematika, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Fisika. Agar lebih hidup, setiap program studi kuberi ikon kecil yang sesuai dengan bidangnya, misalnya simbol komputer untuk Teknik Informatika, dan simbol atom untuk Fisika.

Sambil mengutak-atik tata letak, memilih warna, dan menyesuaikan ukuran huruf, aku merasa asyik sekali. Sesekali aku berdiskusi dengan teman di sebelahku untuk meminta saran, apakah desainnya sudah cukup menarik atau masih perlu diperbaiki. Ia memberi beberapa masukan, seperti menambahkan ilustrasi mahasiswa agar posternya terlihat lebih hidup.

Aku pun mengikuti sarannya dan menambahkan gambar ilustrasi mahasiswa yang sedang belajar. Hasilnya terlihat jauh lebih menarik dan informatif. Setelah selesai, aku menyimpan desain itu dan menunjukkannya kepada pembimbing PKL untuk mendapatkan persetujuan. Rasanya puas sekali bisa menyelesaikan tugas dengan baik.

berikut hasil karya saya:
 

teknik Informatika:


Fisika:

Matematika:

Sistim Informasi:

Setelah menyelesaikan desain di Canva, aku dan teman-teman mendapat tugas baru dari pembimbing PKL. Kali ini kami diminta untuk mengidentifikasi masalah pada komputer yang ada di ruang laboratorium. Tugas ini cukup menantang karena membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan pemahaman dasar tentang perangkat komputer.

Aku mendekati salah satu komputer yang dilaporkan bermasalah. Saat dinyalakan, komputer tersebut berjalan sangat lambat dan sering hang. Pertama-tama, aku memeriksa kondisi perangkat keras, memastikan kabel power dan kabel monitor terpasang dengan baik. Setelah itu, aku membuka casing CPU untuk melihat apakah ada debu yang menumpuk pada komponen, terutama kipas prosesor dan power supply. Ternyata memang ada cukup banyak debu yang bisa saja mengganggu kinerja pendinginan.

Setelah membersihkannya, aku beralih ke pemeriksaan perangkat lunak. Aku menyalakan kembali komputer lalu mengecek Task Manager untuk melihat aplikasi apa saja yang memakan banyak memori. Ternyata ada beberapa program yang berjalan di latar belakang dan membuat sistem terasa berat. Aku mencatat hal ini untuk kemudian didiskusikan bersama pembimbing.

Selain itu, aku juga memeriksa antivirus dan melakukan pemindaian cepat untuk memastikan tidak ada malware yang mengganggu. Proses ini membutuhkan waktu cukup lama, tapi penting untuk memastikan komputer benar-benar aman.

Selama mengidentifikasi masalah, aku belajar banyak hal baru, seperti cara membedakan masalah yang berasal dari hardware dan software. Aku juga berdiskusi dengan teman-teman lain untuk saling bertukar ide. Suasana terasa seru, seperti sedang menjadi teknisi komputer sungguhan.


Apa itu E-Perpus?

E-Perpus (Electronic Perpustakaan) adalah perpustakaan digital berbasis aplikasi atau website yang menyediakan berbagai koleksi buku, jurnal, majalah, dan bahan bacaan lainnya dalam bentuk elektronik (e-book). Dengan E-Perpus, pengguna tidak perlu datang langsung ke perpustakaan fisik, melainkan bisa meminjam buku secara online melalui gadget seperti laptop, tablet, maupun smartphone.

E-Perpus biasanya digunakan oleh sekolah, kampus, instansi pemerintah, atau perusahaan untuk memudahkan akses literasi bagi pelajar, mahasiswa, dan pegawai.

Fungsi E-Perpus

  1. Sarana peminjaman buku digital → pengguna bisa meminjam koleksi buku secara online, sama seperti di perpustakaan fisik.

  2. Mengatur data peminjaman → mencatat siapa yang meminjam, judul buku yang dipinjam, dan lama waktu peminjaman.

  3. Membatasi waktu peminjaman → setelah masa pinjam habis, status buku akan otomatis kembali tersedia untuk pengguna lain.

  4. Mengelola ketersediaan koleksi → memastikan jumlah eksemplar digital tidak dipinjam lebih dari kapasitas yang ditentukan.

  5. Mendukung sistem administrasi perpustakaan → memudahkan pengelola dalam mengawasi dan mengatur arus keluar-masuk buku.

  6. Meningkatkan efisiensi layanan → peminjaman bisa dilakukan kapan saja tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.

Cara Menggunakan E-Perpus

1. Registrasi / Login

  • Unduh aplikasi E-Perpus (misalnya: iPusnas, e-Perpus sekolah/kampus, atau aplikasi khusus instansi).

  • Daftar dengan email/nomor HP atau login jika sudah punya akun.

2. Mencari Buku

  • Gunakan kolom pencarian untuk menemukan buku/jurnal sesuai judul, penulis, atau kategori.

  • Biasanya tersedia menu kategori (novel, sains, teknologi, dll).

3. Meminjam Buku

  • Pilih buku yang ingin dibaca.

  • Klik tombol Pinjam.
    (Buku yang dipinjam akan masuk ke rak buku digital akunmu).

4. Membaca Buku

  • Setelah dipinjam, buka menu Rak Buku / Koleksi Saya.

  • Klik buku → maka e-book bisa dibaca langsung di aplikasi (online/offline, tergantung kebijakan E-Perpus).

⚠️ Catatan: Beberapa E-Perpus hanya bisa dipinjam untuk dibaca, bukan disimpan permanen.

5. Mengembalikan Buku

  • Jika masa pinjam habis, buku otomatis kembali.

  • Bisa juga dikembalikan manual agar bisa meminjam buku lain.

6. Fitur Tambahan

  • Bisa memberi review atau rating pada buku.

  • Beberapa aplikasi punya fitur bookmark atau highlight saat membaca.

  • Ada juga notifikasi untuk mengingatkan batas waktu peminjaman.

Kesimpulan:

E-Perpus adalah solusi modern untuk mendukung literasi di era digital, karena memungkinkan pengguna mengakses dan meminjam buku secara online tanpa harus datang ke perpustakaan fisik. Dengan fitur peminjaman, pengaturan data, pembatasan waktu, serta pengelolaan koleksi, E-Perpus tidak hanya memudahkan pengguna, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengelola perpustakaan. Kehadiran E-Perpus menjadikan layanan perpustakaan lebih praktis, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan zaman yang serba digital.

Apa itu Zotero?

Zotero adalah sebuah aplikasi manajemen referensi (reference manager) yang digunakan untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyimpan sumber-sumber informasi atau literatur dari berbagai media, seperti buku, artikel jurnal, website, laporan, hingga dokumen digital. Zotero sangat populer di kalangan mahasiswa, peneliti, dan akademisi karena memudahkan dalam mengatur daftar pustaka dan membuat sitasi secara otomatis.

Fungsi Zotero:

  1. Menyimpan Referensi

    • Dapat menyimpan data bibliografi dari artikel, buku, website, hingga dokumen PDF.

  2. Membuat Sitasi Otomatis

    • Membantu menulis kutipan (citation) di Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice secara otomatis sesuai gaya penulisan (APA, MLA, Chicago, IEEE, dll).

  3. Membuat Daftar Pustaka

    • Secara otomatis menghasilkan daftar pustaka berdasarkan sumber yang sudah disimpan, sehingga tidak perlu menulis manual.

  4. Mengorganisasi Literatur

    • Referensi bisa diatur ke dalam folder atau koleksi sesuai topik penelitian.

  5. Sinkronisasi Online

    • Referensi dapat disimpan di cloud Zotero sehingga bisa diakses dari perangkat lain.

  6. Bekerja Kolaboratif

    • Mendukung berbagi pustaka dengan rekan satu tim dalam satu grup penelitian.

  7. Menyimpan File Pendukung

    • Bisa melampirkan file PDF, gambar, atau catatan pada setiap referensi.

Cara Menggunakan Zotero

1. Instalasi

  • Download Zotero dari zotero.org.

  • Instal juga Zotero Connector di browser (Chrome/Firefox/Edge) agar bisa menyimpan referensi langsung dari internet.

2. Membuat Akun

  • Daftar akun di Zotero.org lalu login agar bisa sinkronisasi.

3. Menambahkan Referensi

  • Dari browser → klik ikon Zotero Connector saat membuka artikel/jurnal → otomatis masuk ke Zotero.

  • Manual → klik tanda + di Zotero lalu isi data buku/jurnal.

  • Drag & Drop → tarik file PDF ke Zotero, nanti akan dikenali otomatis.

4. Mengatur Koleksi

  • Buat folder (collection) sesuai tema atau judul penelitian.

  • Tambahkan tag atau notes untuk catatan pribadi.

5. Membuat Kutipan di Word

  • Pastikan plugin Word sudah terpasang (biasanya otomatis).

  • Di Word akan muncul tab Zotero.

  • Klik Add/Edit Citation → pilih referensi → otomatis muncul sitasi.

  • Klik Add/Edit Bibliography → daftar pustaka langsung tersusun.

6. Sinkronisasi

  • Aktifkan sync agar semua data tersimpan di akun Zotero online

Kesimpulan:
Zotero adalah alat yang mempermudah pengelolaan referensi ilmiah, membuat sitasi, serta menyusun daftar pustaka secara cepat, rapi, dan sesuai standar akademik.

Comments

Popular Posts