Kebersamaan saat PKL
Tanpa menunda waktu, aku beranjak untuk menunaikan sholat Subuh. Setelah berwudhu dengan air dingin yang menyegarkan, aku berdiri di atas sajadah, melaksanakan ibadah dengan khusyuk sambil memanjatkan doa agar hari ini lancar dan penuh berkah.
Selesai sholat, aku duduk sebentar sambil menikmati momen hening. Lalu aku mulai bersiap untuk mandi. Air pagi memang terkenal dingin, tapi justru itulah yang membuat badan terasa lebih segar. Setelah selesai mandi, aku memakai pakaian yang rapi—kemeja bersih dan celana bahan yang nyaman untuk beraktivitas. Aku memastikan semua perlengkapan untuk PKL sudah siap: buku catatan, alat tulis, botol minum, dan bekal kecil.
Pukul 07.15, aku berangkat menuju ISTN. Perjalanan pagi selalu jadi momen yang menyenangkan. Jalanan belum terlalu ramai, udara masih terasa bersih, dan aku bisa menikmati pemandangan orang-orang yang juga bersiap memulai hari. Sepanjang jalan, aku memutar musik favorit di earphone untuk menambah semangat.
Sekitar pukul 07.30 aku tiba di kampus ISTN. Setelah memarkir kendaraan, aku berjalan melewati area kampus yang rindang dengan pepohonan dan udara yang segar. Sampai di ruang tempat kami berkumpul, aku bertemu beberapa teman yang sudah datang lebih dulu. Kami saling menyapa dan bercerita singkat tentang perjalanan menuju kampus.
Pukul 08.00, kegiatan piket dimulai. Bersama teman-teman, aku mengambil alat kebersihan dan mulai bekerja. Ada yang menyapu, ada yang mengepel, dan ada yang merapikan meja kursi. Aku sendiri bertugas menyapu bagian depan dan merapikan kabel-kabel yang berserakan. Walaupun pekerjaan ini sederhana, tapi rasanya menyenangkan karena dilakukan bersama-sama. Kami saling bercanda, tertawa, dan kadang saling membantu jika ada yang kesulitan.
Sekitar pukul 08.30, ruangan sudah tampak rapi dan bersih. Meja tersusun teratur, lantai mengkilap, dan suasana kerja terasa nyaman. Piket pagi seperti ini selalu membuatku merasa siap untuk menjalani hari. Ruangan yang tertata memberi kesan positif dan menambah semangat untuk mengerjakan tugas-tugas PKL selanjutnya.
Setelah piket selesai, kami kembali duduk di meja masing-masing untuk bersiap memulai pekerjaan hari ini. Rasanya menyenangkan memulai aktivitas dengan suasana yang bersih, rapi, dan penuh semangat kebersamaan.
Setelah piket, aku mulai fokus pada tugas utama hari ini, yaitu membuat konten. Aku membuka laptop, menyiapkan bahan-bahan, dan mulai merangkai ide menjadi sebuah konsep yang menarik. Proses membuat konten ini membutuhkan ketelitian, mulai dari pemilihan kata, susunan kalimat, hingga memastikan informasi yang disampaikan akurat. Setelah konten selesai dibuat, aku langsung masuk ke tahap pengeditan. Di sini, aku memeriksa kembali tata bahasa, memperbaiki kalimat yang kurang efektif, serta menambahkan elemen visual seperti gambar atau ilustrasi agar konten terlihat lebih menarik. Proses ini memakan waktu cukup lama, tapi ada kepuasan tersendiri melihat hasilnya menjadi rapi dan siap digunakan.
Waktu terus berjalan, hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Kami pun bersiap untuk istirahat. Aku dan beberapa teman memutuskan untuk sholat Dzuhur terlebih dahulu di musholla kampus. Suasana musholla cukup tenang, hanya terdengar suara kipas angin yang berputar pelan. Setelah berwudhu, aku melaksanakan sholat dengan khusyuk, memanjatkan doa agar sisa hari ini tetap lancar.
Siang itu, suasana PKL di ISTN terasa sedikit lengang. Pekerjaan utama sudah kami selesaikan, dan waktu istirahat masih tersisa cukup panjang. Salah satu teman tiba-tiba mengusulkan ide untuk bermain permainan sederhana agar suasana lebih segar. Gelak tawa mulai terdengar “Kanguru” namun malah menebak, “Kucing… eh kelinci besar?” Setiap petunjuk yang diberikan justru semakin membingungkan, dan kami semua tertawa sampai perut sakit.
Permainan berlanjut ke ronde berikutnya. Kali ini, kami mencoba dengan versi cepat, saat nama mu dipanggil kamu harus merespon dengan cepat,lalu kamu memanggil temanmu tapi jika kamu memanggil temanmu tidak boleh berurutan dari yang sebelumnya ataupun setelahnya.
Waktu terasa berjalan cepat. Dari sekadar mengisi waktu luang, permainan ini justru membuat kami semua merasa lebih dekat dan kompak. Saat jam telah mennunjukan pukul 13.00, kami melanjutkan aktivitas PKL dengan perasaan lebih segar dan semangat yang kembali penuh.
Menjelang sore, pekerjaan hari itu akhirnya selesai. Kami pun berkemas, membereskan meja, dan memastikan semua ruangan rapi seperti semula. Saat keluar dari gedung, langit sore terlihat indah dengan semburat oranye yang menyapu cakrawala.Perjalanan pulang terasa lebih hangat daripada biasanya. Sepanjang jalan, kami masih saling menggoda tentang momen-momen lucu saat bermain tadi. Tawa kecil sesekali pecah, membuat suasana di perjalanan menjadi ringan dan menyenangkan. Rasanya, meski lelah, hari itu akan selalu kami ingat sebagai salah satu momen paling seru selama PKL di ISTN.



Comments
Post a Comment